OFFICE :Gedung PBNU Lt. 5 Jl. Kramat Raya No. 164
CALL :(021) 3156480
Surat Dari NTB Untuk Pak Jokowi

Salah satu tradisi para pelajar di NTB pada sore hari

Bapak Jokowi Presiden Republik Indonesia yang terhormat.

Ini anak muda yang rata-rata masih sekolah di acara sosial/acara adat
nyongkolan serta nikahan (begawe), mereka ikut bersama para tokoh dan
masyarakat setempat melebur. Mereka begibung (red: makan bersama) yang biasanya di
mulai pukul 15.00 WITA, para remaja ikut ngancang (red: melayani) para tamu.

Belum lagi kebiasaan mereka  pada sore hari, rata-rata pukul 16.00 mereka beramain
bola  yang mana sepak bola merupakan cabang olah raga tervaforit disemua
kalangan baik tua, muda hingga anak-anak.

Selain soal budaya, masih banyak budaya serta tradisi adat setempat dan
kegemaraan yang mereka lakukan. Mereka (pelajar) sepulang sekolah membantu
orang tuanya untuk bertani. Ada juga yang sepulang sekolah ikut Madrasah Diniyah (Madin)
untuk bajar ilmu agama karena dirasa pendidikan agama di sekolah masih
kurang. Dan dalam perjalanan sejarah bangsa, Madin merupakan wadah pendidikan karakter yang selama ini sudah membumi di nusantara.

Gambaran diatas perlu menjadi perhatian pemerintah bila FDS (red : Full Day School) di paksakan maka para pelajar tidak bisa lagi melestarikan budaya, berolah
raga sore, membantu orang tua dan bahkan tak bisa lagi belajar sore di
Madrasah Diniah (Madin).

Itu baru aspek pelajar, bagaimana dengan guru? Ketika harus belajar 8 jam
per hari, saya yakin aktivitas mereka tidak jauh beda dengan para murid. Belum lagi kesejahteraan mereka yang belum terjamin, lebih-lebih guru swasta.

Gedung-gedung sekolah juga bahkan ada yang di pakai bergantian.
Pagi sampai siang dipakai untuk kelas SMP/sederajat dan siang sampai sore dipakai untuk SMA/sederajat. Apakah ini semua sudah dipikirkan? Karena itu kami menolak Full Day School.

Dari salah satu putera bangsa yang mengharapkan kebijaksanaan dari pemerintah.

Syamsul Hadi

Ketua Pimpinan Wilayah IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) Nusa Tenggara Barat

author IPNU

Saya Ipnu dari

Komentar