• Agustus 12, 2020
  • syakirnf
  • 0

Pelatihan Podcast IPNU Jakarta: Kenalkan Cara Dakwah Kader Milenial

Jakarta, Media IPNU

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) DKI Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Podcast di Gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, pada Sabtu-Ahad (8-9/8). Kegiatan itu dilaksanakan atas kerjasama yang dilakukan PW IPNU DKI Jakarta dengan Media Pelajar Jakarta dan NU to Line.

Di hari pertama, pelatihan tersebut diisi dengan materi dasar. Beberapa diantaranya adalah pengenalan dan pembuatan podcast, pengenalan jobdesk, serta pengenalan peralatan podcast dan studio. Materi-materi itu diisi langsung oleh para pemateri dari NU to Line dan Media Pelajar Jakarta.

Sementara di hari kedua, diadakan pengujian materi dengan praktik langsung membuat siaran podcast di studio Media Centre NU DKI Jakarta. Pelatihan ini mengundang antusiasme dari kader IPNU dan IPPNU Se-DKI jakarta. Tercatat, puluhan pelajar turut hadir dalam kegiatan yang diadakan secara berjenjang ini.

Ketua PW IPNU DKI Jakarta Ahmad Bayu Saputra menyebutkan bahwa memang sudah seharusnya para pelajar NU membuat program-program yang inovatif. Selain menjadi wadah peningkatan kapasitas, pelatihan ini juga bisa menjadi perlawanan dari konten-konten dakwah milik kelompok yang selama ini berseberangan dengan NU.

“Kita sudah jauh tertinggal dalam hal ini. Tapi kita bisa mengejar, ini penting. Selain menjadi pengembangan kapasitas dan wadah dari minat dan bakat kader,” kata Bayu, begitu ia akrab disapa.

Senada dengan itu, Ketua Umum Media Centre NU DKI Jakarta Alfi Syahrin Hilman mengungkapkan, dengan diadakannya pelatihan podcast tersebut, kader IPNU IPPNU se-DKI Jakarta bisa lebih melihat berbagai peluang dakwah dengan media yang kian beragam.

“Kader milenial di era milenial tentu harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi, supaya dakwah bisa lebih dilirik karena menarik,” ungkapnya.

Namun, salah seorang peserta pelatihan Laylatul Qomariyyah menyayangkan lantaran pelatihan yang hanya digelar selama dua hari. Kader IPPNU Jakarta Utara ini mengaku belum puas mendapatkan ilmu seputar siaran podcast. Kendati demikian, ia tetap menyampaikan terima kasih kepada para mentor dan juga Media Centre NU DKI Jakarta.

“Walaupun rasanya kurang banget sih pelatihannya, kurang lama, kurang puas. (Ibarat) gelasnya masih belum terisi seperempat. Tapi terima kasih banyak buat para mentor juga tim Media Center NU DKI Jakarta untuk segala arahan dan fasilitasnya,” pungkas Layla.

Kontributor:

Editor: Aru Lego Triono