• September 10, 2020
  • syakirnf
  • 0

Ngaji Tanduran Pelajar NU Selopuro untuk Dukung Kemandirian Pangan

Blitar, Media IPNU


Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, menyelenggarakan agenda Ngaji Tanduran (tanaman), di Plant Zone Indonesia, Blitar, pada Ahad (6/9) lalu.

“Plant Zone Indonesia adalah lokasi yang sangat tepat untuk agenda Ngaji Tanduran. Di sini sudah menyediakan contoh berbagai tanaman herbal, sehingga peserta akan lebih mudah untuk memahami,” jelas Ketua PAC IPNU Selopuro Aris Fauzi.

Selain itu, menurutnya, Plant Zone Indonesia juga memiliki konsep outdoor (ruang terbuka), sehingga membantu mengantisipasi penularan dan penyebaran Covid-19. Dalam kegiatan Ngaji Tanduran ini pun diterapkan protokol kesehatan. Panitia membatasi jumlah peserta agar tidak berkerumun, dan menjaga saling menjaga jarak.

“Hanya sekitar 20 peserta yang ikut dalam Ngaji Tanduran kali ini. Peserta diambil dari pengurus PAC. Peserta terpaksa dibatasi sesuai anjuran protokol kesehatan Covid-19,” lanjut Aris.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa agenda ini dilatarbelakangi oleh tiga hal. Pertama, kultur agraris wilayah Selopuro yang sangat cocok untuk menanam berbagai tanaman herbal. Kedua, untuk membekali para anggota dan kader IPNU-IPPNU di bidang pertanian dan tanaman herbal. Ketiga, untuk mendukung gerakan kemandirian pangan.

“Ngaji Tanduran belum pernah kami lakukan sebelumnya. Insyaallah akan kami lakukan kegiatan Ngaji Tanduran Jilid II dan seterusnya untuk memantapkan pemahaman para peserta,” pungkas Aris, berharap.

Sementara itu, Owner Plant Zone Indonesia yang menjadi narasumber pada Ngaji Tanduran, Feryan Herma Fauzi mengapresiasi program yang diinisiasi PAC IPNU IPPNU Kecamatan Selopuro itu. Ia sangat terlihat gembira dan semangat dalam menyampaikan materi dan penjelasan. Hal tersebut lantaran para peserta sangat kooperatif dan sportif dalam mengikuti Ngaji Tanduran yang baru pertama kali diadakan ini.

Kontributor: Syifa’ Nurda Mu’affa
Editor: Aru Elgete