• September 14, 2020
  • syakirnf
  • 0

Pesan Dosen Terbaik Universitas Jacobs Jerman untuk Pelajar NU

Jakarta, Media IPNU

Pelajar Nahdlatul Ulama bukan santri biasa yang hanya mendalami bidang pokok pesantren saja. Tetapi juga harus mengikuti ranah pemikiran lain, sehingga bisa menguasai segala bidang. Karena itu, santri NU mesti punya karier yang berorientasi di bidang lain.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Katib Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman Prof Dr-Ing Hendro Wicaksono, dalam acara Granada 1 (ngobrol ringan seputar NU di Jerman), pada Sabtu (12/9).

“Santri NU itu juga harus punya karier yang tidak hanya berorientasi di pesantren, tetapi juga bidang lain seperti manajemen industri,” kata Hendro, berpesan kepada semua orang yang punya niat untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri, termasuk Jerman.

Pada kesempatan itu, Hendro menyampaikan cerita sepak terjangnya saat menjadi mahasiswa di Jerman. Mulai dari pendidikan S1 hingga bisa mendapatkan gelar profesor di bidang industri dan manajemen.

“Saya tiga tahun di Jerman mendalami ilmu industri dan akhirnya ketika menjabat sebagai profesor, saya diamanahi di bidang manajemen industri. Semua ini berawal saat saya mengambil jurusan S1 Bidang Teknik Informatika, karena semua itu akan saling terhubung,” ucap Hendro.

Menurutnya, prioritas utama yang harus menjadi fokus agar bisa melanjutkan pendidikan di luar negeri dan dalam menggapai karier yang cemerlang adalah niat. Apabila niat sudah benar-benar matang. Ia menegaskan pasti akan ada jalan rezeki yang akan didapat di kemudian hari.

Selain itu, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah harus siap secara mental untuk menghadapi berbagai masalah yang akan datang di masa mendatang.

“Karena di setiap negara itu pasti memiliki konflik yang berbeda-beda,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Hendro Wicaksono meraih penghargaan dosen terbaik di Universitas Jacobs, Bremen, Jerman, pada Senin (7/9) lalu. Ia meraih penghargaan Teacher of The Year dari kampus yang mahasiswanya berasal dari ratusan negara di dunia itu.

Ia dinilai telah berhasil memberikan perkuliahan secara persuasif dan mendorong antusiasme tinggi para mahasiswa, terutama dalam masa pembelajaran secara virtual. Hendro menjadikan metode pembelajaran yang memuaskan dan menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa.

Kontributor: Auzan Mursyidan-Kader PCIPNU Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan
Editor: Aru Elgete