• September 22, 2020
  • syakirnf
  • 0

IPNU IPPNU Yogyakarta Uji Kelayakan Lakut di Tengah Covid-19

Yogyakarta, Media IPNU

Tim kaderisasi Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPNU IPPNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melukakan uji kelayakan panitia Latihan Kader Utama (Lakut) 2020 bersama tim kaderisasi Pimpinan Pusat (PP) IPNU, Ahad (20/9).

Ketua Umum PP IPNU Aswandi Jailani mengatakan, kegiatan yang dilakukan secara daring ini merupakan ikhtiar bersama untuk menciptakan pelaksanaan lakut yang ideal dan optimal terlebih di situasi pandemi yang saat ini masih belum usai.

“Salah satunya dengan uji kelayakan panitia penyelenggara yang meliputi konsep, sarana prasarana, kondisi lingkungan, termasuk juga SDM panitia yang mumpuni dalam mengawal selama kegiatan berlangsung,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan pendidikan formal kaderisasi khususnya lakut perlu disiapkan dengan matang, salahsatunya keseriusan dalam screening peserta, yakni peserta harus benar-benar orang pilihan yang siap dicetak menjadi kader progresif dan memberikan kontribusi bagi PW IPNU IPPNU DIY.

“Di samping itu juga pendalaman materi yang disampaikan harus betul-betul sesuai dengan indikator dan silabus pedoman kaderisasi tidak asal-asalan mengambil dari Google,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil ketua Umum PP IPNU Afif Rizqon Haqiqi menyampaikan mutu dan kualitas peserta lakut yang perlu digodok dalam pelatihan dengan memperhatikan arah paradigma transfomatif yang membentuk kader-kader IPNU yang progresif, mampu menjadi pengaruh perubahan bukan hanya internal organisasi, tapi lebih luas untuk bangsa Indonesia.

Di samping itu disampaikan pula oleh Ketua Kaderisasi PP IPNU Chairul Anwar perihal pentingnya uji kelayakan panitia lakut sebagai bentuk keseriusan penyelenggara dalam melakukan kegiatan pengkaderan secara formal dengan mempersiapkan segala sesuatunya sebelum hari pelaksanaan.

“Karena masih banyak penyelenggara di beberapa daerah yang mengadakan kegiatan pengkaderan formal yang terkesan hanya sebatas formalitas. Oleh karena itu, sangat perlu dilakukan untuk uji kelayakan panitia penyelenggara kegiatan lakut,” ungkapnya. 

Selain itu kegiatan ini dilaksanakan dengan sistem wawancara oleh tim kaderisasi PP IPNU terhadap tim kaderisasi PW IPNU DIY terkait standarisasi pelaksanaan lakut yang sesuai dengan pedoman kaderisasi yang berlaku.

Lebih lanjut, ia juga menanyakan kesiapan sarana prasarana yang disediakan terlebih melihat situasi pandemi yang tentunya banyak hal yang perlu disediakan terutama protokol kesehatan dan izin pemerintah setempat.

“Lakut IPNU-IPPNU DIY direncanakan digelar pada Desember tahun ini tepatnya di Pondok Properti Kulonprogo DIY, pengurus PW IPNU dan IPPNU beberapa bulan lalu sudah melakukan survei lokasi untuk memastikan kelayakan tempat yang akan menjadi lokasi gelaran lakut tahun ini,” ungkap Didi Manarul Hadi, selaku kordinator kaderisasi PW IPNU DIY.

Menurut Didi, sebelum pelaksanaan, panitia berencana melakukan kegiatan pralakut, di antaranya bedah karya ilmiah dari calon peserta lakut. Karya ilmiah ini berupa esai, makalah, dan jurnal, yang mana ini merupakan salah satu persyaratan calon peserta yang kriterianya sudah di tentukan oleh panitia.

“Pralakut ini rencana akan dilaksanakan melalui daring yang diikuti oleh peserta yang lolos dan sesuai kriteria,” pungkasnya.

Kontributor: PW Daerah Istimewa Yogyakarta
Editor: M Hasyim Azhari