• Februari 26, 2021
  • syakirnf
  • 0

Harlah Ke-67, IPNU Banyumas Gelar Lomba Desain Batik Khas Banyumasan

Banyumas, Media IPNU

Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menggelar lomba desain motif batik Khas Banyumasan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari lahir ke-67 IPNU, yang bertepatan pada tanggal 24 Februari 2021.

Ketua PC IPNU Banyumas Aditya Ageng Dwi Laksono mengatakan bahwa selain memperingati hari lahir IPNU, lomba tersebut juga dilaksanakan dalam rangka memperingati Harlah ke-98 NU versi hijriah yang bertepatan tanggal 16 Rajab 1442 atau tanggal 28 Februari 202 dan Hari Jadi ke-450 Tahun Kabupaten Banyumas.

“Kami ingin IPNU dan IPPNU melekat erat dengan Kabupaten Banyumas lewat seni batik, dan kita juga ingin memiliki ciri khas sendiri selain sudah ada batik IPNU dan IPPNU yang nasional, ” kata Aditya kepada Media IPNU, Rabu (24/2) pagi.

Aditya menerangkan, peserta lomba merupakan kader IPNU dan IPPNU di seluruh Kabupaten Banyumas, dan akan diambil satu juara dengan total hadiah satu juta rupiah.

“Langkah selanjutnya insyaallah akan kita buat secara massal dan akan kita pasarkan. Minimal kita di PC IPNU dan IPPNU Banyumas sudah memakai batik khas tersebut sebelum diperjualbelikan secara umum di lingkungan Kabupaten banyumas, ” ujarnya.

Alumnus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto itu mengatakan bahwa hal tersebut merupakan upaya IPNU di daerah untuk berperan memajukan NU, dengan peningkatan kualitas dan kuantitas kader, baik secara sosial maupun ekonomi.

“Sehingga ketika suatu saat pemerintah kabupaten maupun NU membutuhkan bantuan kader IPNU dan IPPNU dari segala lini, kita sudah siap, ” ujarnya.

Di samping itu, dalam rangka menanggulangi tantangan di era teknologi, IPNU Banyumas akan mengadakan program Kopi Media. Dalam forum tersebut akan hadir admin media baik dari ranting, komisariat, dan anak cabang. Hal itu bertujutan untuk mengenal lebih dekat dan lebih dalam tentang media.

“Ke depannya jelas teknologi itu tantangan terbesar kita, di mana saat ini kita sedang menghadapi perang media, bagaimana hoaks merajalela. Makanya kita akan mengagendakan program Kopi Media untuk mengenal lebih dalam tentang media dan juga nantinya akan ada pelatihan jurnalistik dan lain sebagainya,” jelasnya.

Aditya menegaskan, IPNU dan IPPNU sekarang berbeda dengan IPNU dan IPPNU masa lalu. Segala yang kita lakukan akan menjawab semua tantangan-tantangan di masa yang akan datang.

Pewarta: Suwitno
Editor: Fajar Sodik