OFFICE :Gedung PBNU Lt. 5 Jl. Kramat Raya No. 164
CALL :08155555754
Kader Dianiaya Dan Kantor Dirusak, Ipnu Polisikan Empat Pemuda Mabuk
Ilustrasi Penangkapan

Kudus –  Pengurus IPNU Cabang Kudus melaporkan empat pemuda mabuk yang melakukan penganiayaan terhadap Saiful Mujtahid, salah seorang kadernya dan sekaligus aksi perusakan kantor sekretariat Pengurus Ranting (PR) IPNU – IPPNU Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu. Langkah ini dilakukan untuk menjaga marwah organisasi yang menaungi para pelajar NU tersebut.

Hal ini disampaikan Ketua IPNU Cabang Kudus, Wahyu Saputro, saat kegiatan mediasi terkait kasus itu yang digelar di Balai Desa Papringan, Senin (4/6). Hadir dalam kegiatan itu Lurah Papringan, Camat dan Kapolsek Kaliwungu serta pihak terkait lainnya. Proses mediasi ini juga dikawal oleh puluhan kader IPNU, termasuk Anshor dan Banser setempat.
Saat proses mediasi tersebut, Saiful Mujtahid dan empat pemuda yang melakukan penganiayaan dan sekaligus perusakan kantor PR IPNU – IPPNU Desa Papringan yakni Hadi David Wijaya; Dwi Candra Setiadi; Umar Said dan Rizal Setiawan dihadirkan di balai desa. Korban juga menerima permohonan maaf yang disampaikan empat pemuda tersebut.

“Meski begitu, atas nama lembaga kami tetap ingin kasus ini dibawa ke ranah hukum,” kata Wahyu Saputro, Senin (4/6/2018).

Aksi penganiayaan dan sekaligus perusakan ini terjadi pada Jumat (26/5). Tanpa sebab yang jelas, David dan tiga kawannya langsung menendang dan memukul Saiful Mujtahid dengan speaker aktif. Ia juga merusak meja dan melempari genteng kantor sekretariat PR IPNU – IPPNU Desa Papringan dengan batu bata. Bahkan ia juga mengancam akan membakar kantor sekretariat tersebut. Diketahui, saat melakukan aksinya David Cs dalam pengaruh minuman keras.

“Yang dilakukan empat pemuda itu keterlaluan. Makanya kita mantap membawa kasus ini ke kepolisian,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Kaliwungu AKP Dwi Jati mengatakan untuk mengantisipasi hal tak diinginkan, pihaknya langsung membawa David Cs ke mapolsek. Pihak kepolisian juga akan langsung melakukan upaya penyelidikan dan penyidikan terkait persoalan ini.

“Para pelaku langsung kita tahan 1 x 24 jam. Masyarakat kami imbau tenang karena persoalan ini sudah ditangani kepolisian,” tandasnya. [jie]

author IPNU Jakarta Pusat

Belajar Berjuang Bertaqwa

Komentar