OFFICE :Gedung PBNU Lt. 5 Jl. Kramat Raya No. 164
CALL :08155555754
NEWS 21/05/2017 1:47

Lillah membawa berkah

Lillah membawa berkah

Oleh : annida Shf (Mahasiswa Perbanas /IPPNU)

Pemilik blog : annida-shf.blogspot.co.id

Malam itu, seekor burung hinggap di atas jendela rumah tua. Dia merasa dirinya paling tidak disayang Allah, setiap kebahagiaan yang dia dapatkan selalu musnah, bahkan tidak ada tanda-tanda bahwa dia bahagia, dia selalu merasa dia tidak diizinkan Allah untuk tersenyum. Dan kini dia menjumpai Kelelawar yang masih bergelantungan di sebuah kayu atap rumah tua itu, dia ingin menanyakan kabar pemilik rumah itu kepadanya.

“Hai, Kelelawar malas.” Sapanya pada sang Kelelawar.
Sontak sang Kelelawar terbangun dan mengepakkan sayapnya, lalu berdiri di dekat burung tadi.
“Kenapa? Masih sore seperti ini kau berani membangunkan mimpi indahku?” Kata Kelelawar, dia sedikit marah.
“Yah, kamu ini bagaimana ini sudah larut malam, masih aja dianggap sore.” Kata burung, dia seperti ikut sengit menanggapi ungkapan Kelelawar.
“Ah sudahlah, kenapa kamu kesini?” Tanya sang Kelelawar.
“Aku hanya ingin tanya satu hal padamu.” Jawab burung.
“Okey, akan aku beri satu kesempatan. Buruan.” Kata Kelelawar melanjutkan.
“Kemana pemilik rumah ini, sampai akhirnya tidak terurus dan kumuh kayak tempat pembuangan seperti ini?” Tanya burung.
“Hahaha, aneh ya burung. Kamu ini kurang peka yaa. yang punya rumah ini masih ada di dalam, dia selalu malas dan tidak mau berbenah sampai akhirnya ya beginilah kondisi rumah miliknya.” Jawab kelelawar dengan santainya.
“Ooo, seperti itu yaaa? Aku kira dia telah pergi tanpa merapihkan rumahnya ini, dan kamulah biang yang telah mengobrak-abrik rumah ini.” Jawab burung, menduga yang tidak baik dan akhirnya salah perkiraan.
“Gampang aja ya jadi pemilik rumah ini, sampai akhirnya dia harus malas dan tidak berbenah, apakah kamu tahu alasannya kelelawar?” Tanya burung.
“Ya tahu lah, sebabnya seperti ini. Dia senang sekali melakukan sesuatu bukan untuk Allah, dia selalu melakukan sesuatu karena ada manusia yang selalu ada dibelakangnya sebagai seorang supporter. Akhirnya tiba juga masanya dia jatuh dan sakit, karena supporter tadi lenyap menjadi hembusan angin lalu terbang bersama debu.” Jawab Kelelawar.
“Yaelah, pake ngegombal lagi kata-katanya sok romantis kamu.” Cela burung padanya.
“Hei, serius kita harus berfikir dua kali. Allah selalu mengingatkan kita untuk selalu melakukan sesuatu hanya dengan Lillah bukan dengan yang lain, jadi kalau akhirnya hasil baik yang kita terima pasti kita akan semakin Lillah, bayangkan aja kalo kita niat karena manusia yang sukanya memberikan harapan alias pengharapan palsu. Nanti kamu menyesal. Menyesal selamanya.” Jawab kelelawar.
“Yayaya, okeylah. Buat kali ini your story does add up.” Kata burung, meyakini kalau semua yang kita lakukan di dunia ini memang harus berdasarkan niat yang Lillah, bukan yang lain.
Burung apmit pergi dan terus berfikir bagaimana dia akan membalas semua perbuatannya yang tidak pernah Lillah, dia merasa sangatlah hina, tapi Allah tahu kalau dia akan terus bisa memperbaiki diri dan bersikap lebih hati-hati saat melakukan sesuatu hal.

author IPNU Jakarta Pusat

Belajar, berjuang, bertaqwa

Komentar