OFFICE :Gedung PBNU Lt. 5 Jl. Kramat Raya No. 164
CALL :08155555754
MA NU MAzro'atul Ulum Paciran Pilih Ketua PK IPNU dan IPPNU dengan Android

Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Mazro’atul Ulum Paciran, Lamongan, Jawa Timur menggelar pemilihan ketua Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dengan berbasis android.

“Salah satu visi saya untuk mengembangkan madrasah ini adalah dengan menjadikan Madrasah Aliyah ini sebagai madrasah yang berkemajuan. Salah satunya caranya saya tuangkan dalam konsep acara LPj dan reformasi atau pemilihan ketua tahun ini, yakni pemilihan berbasis android,” Ujar Kepala MANU Mazro’atul Ulum Paciran Yahya Nur Kholis Selasa (15/10/2019).

Pada acara pemilihan ketua PK tahun-tahun sebelumnya, media yang digunakan untuk memperoleh suara masih menggunakan media kertas dan cara perhitungan pun masih manual. Berbeda dengan tahun ini, penyaluran hak suara dalam acara pemilihan ketua PK IPNU IPPNU sudah menggunakan media yang berbasis android. Setiap siswa harus memegang satu ponsel pintar guna menyalurkan hak suaranya yang difasilitasi melalui sebuah tautan.

Untuk menghindari kesalahan, tautan sengaja sudah diprogram sedemikian rupa sehingga hanya mampu bekerja sekali pakai. Artinya, tautan akan terblokir jika seseorang telah mengirim data yang telah terisi, tidak bisa digunakan dua kali. Tautan juga dilengkapi dengan kode unik berupa nomor urut untuk mengidentifikasi banyaknya siswa yang golput.

Meskipun demikian, media pemilihan ketua PK IPNU IPPNU tahun ini juga masih memiliki kekurangan. Siswa yang tidak memiliki akun Google dalam ponsel pintarnya tidak akan bisa mengakses tautan secara langsung. Karenanya, agar tetap bisa memilih, siswa dapat meminjam ponsel pintar kepada temannya yang berbeda secara pemilihannya. Sebab, dalam acara ini, anggota IPNU memilih ketua IPNU dan anggota IPPNU memilih ketua IPPNU.

Seluruh siswa sangat aktif dan antusias dalam acara tahunan kali ini. Selain karena ada hal baru yang dianggap menarik untuk dicoba, siswa juga merasa tidak terbebani dengan acara yang sangat meminimalisasikan waktu.

Hal itu sesudai dengan pesan Sekretaris Pengurus BP3MNU Mazra’atul Ulum Paciran Ahmad Farid. “Jadi Pelajar NU memanglah harus senantiasa 3B, Belajar, Berjuang, Bertaqwa. Artinya aktif belajar bukan hanya di dalam kelas, berjuang memperjuangkan amalan dan mengurus organisasi NU juga senantiasa bertakwa kepada Allah yang Maha Esa,” ujar pria yang juga Wakil Sekretaris Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Paciran itu.

Dalam acara pemilihan ketua PK IPNU IPPNU 2019 ini terdapat 3 pasang kandidat ketua PK IPNU IPPNU dengan hasil persentase perolehan suara 17,4 persen untuk kandidat ketua IPNU nomor urut 01 atas nama Muhammad Lathiful Affandi, 60,9 persen untuk kandidat ketua IPNU nomor urut 02 atas nama Ahmad Wailadun Nazri dan 21,7 persen untuk kandidat ketua IPNU nomor urut 03 atas nama Yuyung Aji Susanto.

Sementara itu, kandidat ketua IPPNU nomor urut 01 atas nama Aimmatul Ulyah mendapat 6 persen, 51,5 persen untuk kandidat ketua IPPNU nomor urut 02 atas nama Nurrohmatillah Al-Maulidah, dan kandidat IPPNU nomor urut 03 atas nama Diah Silviana mendapat 42,5 persen.

Pilihan media pemilihan berbasis android ini dilakukan bukan tanpa alasan. Selain untuk meminimalisasi kurangnya berteknologi di kalangan remaja, upaya ini juga dilaksanakan dalam rangka melestarikan sumber daya alam yakni meminimalisasi penggunaan kertas dari kayu.

(Red. Syakir NF)

author IPNU Jakarta Pusat

Belajar Berjuang Bertaqwa

Komentar