OFFICE :Gedung PBNU Lt. 5 Jl. Kramat Raya No. 164
CALL :08155555754
NEWS 27/05/2017 1:28

Moral oh Moral

Moral oh Moral

Oleh : vinanda

Kemarin kulihat ada segerombolan anak sekolah memakai atribut Pramuka berjalan kaki keliling pedesaan tempatku tinggal. Aku mendengar mereka menyanyikan syair syahdu “Yalal wathon”, “Indonesia raya” dan “Indonesia Pusaka”. Aku memandang wajah para lelaki tampan yang sedang berusaha meraih cita dan masa depan itu dengan sangat terheran. Mereka menyanyikan lagu itu sambil beberapa kali mengepalkan tangan kanannya dan memegang “Stangan leher” dengan tangan kirinya sambil mencium “Stangan leher” merah putih itu seraya berkata “NKRI HARGA MATI !! TUMPAS RADIKAL !! KAMI CINTA NKRI !!”. Sungguh hati ini sangat terenyuh dan bergejolak kala itu.
Sesampai di rumah, aku masih mengingat betapa wajah para lelaki berseragam Pramuka itu sangatlah bersemangat. Merekalah harapan Bangsa ini. Merekalah generasi penerus NKRI. Mereka harapan kita satu satunya.

Aku berkhayal di dunia imajinasiku. Aku bermimpi suatu saat nanti pemimpin NKRI adalah jiwa-jiwa militan seperti anak Pramuka. Memang aku akui, aku tak terlalu menyukai dunia Pramuka. Tapi aku pernah merasakan nikmatnya jadi anak Pramuka.

Anak Pramuka sudah pasti Cinta NKRI. Sebab apa yang mereka pelajari di kepanduan Pramuka tak lain ada sebagian yang menyinggung materi mengenai wawasan kebangsaan, Nasionalisme dan Patriotisme. Sehingga sangat mustahil anak Pramuka namun dia tidak berjiwa Nasionalisme dan Patriotisme.

Ah.. tapi aku merasa ragu. Sebab, masa depan bangsa Indonesia saat ini sudah mulai keruh. Banyak muda-mudi bertaraf pelajar khususnya, yang sudah mulai terdoktrin pemahaman Radikal Intoleran yang sangat ekstrem. Mereka teriak profokasi kesana kemari tiada henti, bahkan Fitnah murahan pun mereka umbar demi kepuasan hati. Sungguh tak bermoral.

Lalu saat ini, Bangsa Indonesia sedang dilanda berbagai Retorika pahit yang semakin mengapit. Terorisme, Koruptor, Radikalisme, Pembodohan, Asusila semuanya memiliki skenario yang disusun rapih dan dibungkus dengan dalih “Agama”. Sebuah “Pembodohan” yang GILA !.

Sebuah kenyataan yang sulit diterima. Terlebih mayoritas korbannya adalah orang-orang lugu yang masih awam pengetahuan tentang Agama nya. Mereka didoktrin perlahan, Perlahan hingga mereka tak sadar, tak gunakan Akal dan nalar. Pikiran picik mereka, penuh dengan “dengki dan dusta”.

Sungguh, Bagaimana nasib gererasi kita yang akan datang. 5 tahun kedepan, 10 tahun kedepan bahkan hingga anak cucu cicit kita nanti? Apakah mereka masih bisa merasakan indahnya Toleransi, Indahnya kedamaian, indahnya sebuah makna kebersamaan, apakah masih bisa?.

Kita, dihianati. Pemimpin kejam yang usil memainkan “Skenario” busuknya demi menguasai NKRI. Kita, dihaianati. Peminpin kejam yang duduk nikmat di kursi jabatan tanpa tengok rakyat pinggir jalan. Itukah pemimpin kita? Itukah yang kita Inginkan? TIDAK !

Diam diam mencuri perhatian. Sekali lagi, kita dihianati. Pemimpin kejam itu, sibuk lirak-lirik kursi jabatan. Sibuk mainkan skenario perusakan mental dan fisik anak negeri. Sekali lagi, Jabatan yang sebenarnya mereka incar. Betapa kita sangat dihianati mereka.

Wahai pemimpin sadarlah !! siapa yang telah berhasil membawamu duduk di kursi kehormatan. Siapa yang telah membawamu duduk menikmati hidangan lezatnya jabatan. Apakah kau lupa dengan janji manismu pada kami? Kau bilang A namun nyatanya Z. Sedikit demi sedikit janjimu kau ingkari. Ketika ditanya mengapa, kau jawab dengan berjuta alasan.Oh, sungguh. Itukah pemimpin kita?.

Sebuah retorika pahit yang makin mengapit.

Baru baru ini kasus Bom. Sebagian oknum gempar. Bukan karna kaget bukan karna sedih. Bahkan fitnah keji mereka lontarkan. Sedang NKRI berduka, Tiga Polri meninggal dunia, belasan orang luka luka. Namun, segelintir oknum tak gunakan akal dengan “Pede” menyebutnya “pengalihan isu”. Ingin sekali ku teriakan pada mereka “Pengalihan isu ? GUNDULMU ?”

Bagaimana tak marah? NKRI berduka, mereka sebarkan Propaganda. Bahkan fitnah keji menghantam POLRI. Mereka mengira itu skenario POLRI. Lalu ku tanya “Bagaimana bisa? Dimana Otak nalar mereka ?”.

Yang Propaganda siapa yang diteriaki Propaganda siapa !? “NGACA!”

Padahal, ISIS dengan tegas menyatakan bertanggung jawab atas bom Panci yang telah terjadi di kampung melayu. Tapi mengapa mereka masih ngeyel menebar fitnah murahan ? Apa sebenarnya yang sedang mereka inginkan ? Jabatan atau Kekuasaan ?.

Apapun itu, sangat tak pantas mereka lontarkan. Dimana Moral mereka? Revolusi Akhlak ? Akhlak yang mana ?. Rosulullah pernah mengajarkan Fitnah keji? Rosulullah pernah mengajarkan melontarkan ancaman keji, rasa dengki dan profokasi?. TIDAK !. Rosulullah dakwah dengan Merah marah? Dengan mengumbar fitnah ? TIDAK.

Lalu ajaran siapa yang mereka ikuti? Heran saya.

Moral kacau !!

Hey Anak negri !!
Ku peringatkan padamu, Janga mau terprovokasi. Jangan mau dibodohi dengan janji janji palsu!! Mereka hanya ingin menjauhkan masa depanmu !! Ingatlah hay anak negeri !! Masa depan bangsa ini ada di tanganmu. Jangan kecewakan NKRI !.

Hey anak negeri !!
Perbaikilah moral kalian. Jangan dulu kalian ikut ikutan pemikiran orang dewasa yang makin hari makin aneh dan tak pakai nalar akal sehat.

Fanatik boleh Bodoh jangan !!
Moral oh Moral

Bagaimana masa depan bangsa Indonesia??

Kita lihat saja di episode selanjutnya.

Salam *NKRI HARGA MATI !!!*

author IPNU Jakarta Pusat

Belajar, berjuang, bertaqwa

Komentar