OFFICE :Gedung PBNU Lt. 5 Jl. Kramat Raya No. 164
CALL :08155555754
Peringati HUT DKI, Pelajar NU Jakpus Ziarahi Makam Tokoh Betawi
Jakarta – Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Administrasi Jakarta Pusat menziarahi makam para pahlawan dan budayawan asli Betawi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta ke-491, pada Jumat (22/6).
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali peran tokoh pahlawan dan budayawan Betawi. Ada tiga makam yang kami fokuskan untuk diziarahi. Yaitu Benyamin Sueb, Mohamad Husni (MH) Thamrin, dan Ismail Marzuki di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta,” kata Ketua PC IPNU Jakarta Pusat, Muhammad Ammar, kepada NU Online.
MH Thamrin, lanjutnya, merupakan sosok yang mampu menempuh jalur diplomasi untuk tujuan kemerdekaan. Ia membentuk Kaoem Betawi. Sebuah organisasi yang menaungi masyarakat Betawi. Kemudian, organisasi itu dibawanya ke parlemen.
“Artinya, agar suara masyarakat Betawi didengar oleh pemerintah Belanda pada waktu itu, dengan sangat inisiatif, ia melibatkannya di parlemen,” kata Ammar.
Selain itu, tambah Ammar, MH Thamrin pun pernah menjabat sebagai Wali Kota Batavia. Ia adalah sosok yang memberikan teladan bahwa untuk mendapatkan kemerdekaan, jalur diplomasi mesti ditempuh.
“Selama ini, orang Betawi dikenal dengan urakannya, yang pemalas, yang jago kandang. Sosok politisi macam MH Thamrin itu harus kita hidupkan di tanah Betawi,” ucap Ammar.
Sementara Ismail Marzuki dan Benyamin Sueb, Menurut Ammar, merupakan sosok yang berjuang melalui kesenian.
“Ismail Marzuki yang namanya diabadikan sebagai pusat kesenian (Taman Ismail Marzuki) itu pernah mendirikan sebuah sanggar kesenian dan dari situ perjuangannya untuk merebut kemerdekaan dilakukan,” kata Ammar.
Kemudian Ammar berkisah, Benyamin Sueb adalah seniman Betawi yang mampu menorehkan pretasi lewat lagu-lagu yang menceritakan kehidupan sehari-hari orang Betawi. Ia juga beberapa kali tampil di layar kaca.
“Maka, dari ketiga sosok itulah, sudah sepatutnya kita tak hanya mengenalnya hanya sebatas nama jalan dan pusat kesenian. Tetapi juga prestasi-prestasinya agar bisa diaplikasikan di zaman modern ini,” harap Ammar.
Ammar khawatir pelajar-pelajar di Jakarta tidak paham sejarah dan kiprah sosok Betawi yang sangat berpengaruh itu. Maka, napak tilas ke makam-makam pahlawan Betawi merupakan bentuk ikhtiar agar jasa-jasa yang telah ditorehkan tidak terlupa.
“Semoga dari ziarah ini, kita kembali mengingat-ingat jasa Ismail Marzuki, MH Thamrin, dan Benyamin Sueb. Inilah yang IPNU-IPPNU Jakarta Pusat selalu gaungkan, yaitu Jas Merah (Jangan Sesekali Meninggalkan Ziarah),” pungkasnya. (Aru Elgete/Muiz)
author IPNU Jakarta Pusat

Belajar Berjuang Bertaqwa

Komentar