• April 21, 2021
  • syakirnf
  • 0

PP IPNU Minta Kemendikbud Segera Perbaiki Kamus Sejarah Indonesia

Jakarta, Media IPNU

Buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I dan II yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menuai polemik. Pasalnya, buku itu tidak memuat entri sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama, seperti Hadratusseyekh KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdurrahman Wahid.

Atas hal itu, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama menegaskan bahwa buku tersebut tidak layak menjadi referensi.

“Buku Kamus Sejarah Indonesia tidak layak dijadikan rujukan dan pedoman bagi seluruh pelajar di Indonesia,” kata Aswandi Jailani kepada NU Online pada Rabu (21/4).

Ia juga meminta kepada Kemendikbud untuk segala melakukan perbaikan atas buku tersebut dengan melibatkan berbagai pihak untuk memperkuat narasi sejarah yang mencerahkan.

“Melakukan perbaikan dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait khususnya sejarawan dan tokoh masyarakat,” lanjutnya.

Aswandi juga menuntut Kemendikbud untuk memberikan pernyataan permohonan maaf atas kesalahan dan kelalaian tersebut mengingat dampaknya yang sangat besar bagi masyarakat umum, khususnya generasi masa mendatang.

“Menuntut pihak terkait untuk segera memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

Selain itu, Kemendikbud juga perlu untuk segera melakukan evaluasi diri, khususnya pada Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI.

Sebagai informasi, meski tidak memuat nama tokoh Nahdlatul Ulama, namun buku tersebut mencantumkan sejumlah tokoh PKI dan tokoh yang berafiliasi dengan terorisme.

Pewarta: Syakir NF
Editor: –