OFFICE :Gedung PBNU Lt. 5 Jl. Kramat Raya No. 164
CALL :08155555754
Warga NU Desa Mancilan Gelar Peringatan Tahun Baru Islam 1439 H

Jombang – Seperti biasanya, pada 1 Muharram adalah momen-momen yang memang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat islam selain momen-momen Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha. Pada tanggal 1 Muharram, banyak dari mereka yang mengadakan do’a bersama, pengajian umum, dan kegiatan keagamaan yang lainnya. Salah satu Desa di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, yakni Desa Mancilan menjadi salah satu dari sekian  banyak desa yang mengadakan acara peringatan 1 Muharram 1439 H.

Dengan merangkul banom-banom yang ada, ranting NU dan Muslimat Desa Mancilan pada Jum’at (22/9/2017) malam, menggelar malam perayaan tahun baru Islam 1439 H dengan mendatangkan kyai yang sangat kondang dikalangan NU di Jombang, yakni KH. Amirul Arifin. Kyai Amir menyampaikan ketika berceramah, bahwasannya “Saya tak menyangka kalau di Mancilan ini IPNU IPPNU-nya masih ada dan anggotanya banyak sekali. Saya sangat senang melihat pemandangan seperti ini di Mojoagung. Saya yakin NU dimasa yang mendatang tak akan pernah luntur di Mojoagung bahkan sampai tahun 3026. Pendiri NU insyaallah akan sangat senang sekali melihat pemandangan seperti ini disetiap pelosok-pelosok negeri” terangnya. Beliau adalah salah satu trainer pada PKPNU, yakni pelatihan yang dikhususkan untuk para kader penggerak Nahdhatul Ulama ditempatnya masing-masing.

Acara yang diadakan mulai pukul 19.00 WIB hingga larut malam dan dihadiri sekitar 200-an orang tersebut tentunya bukan sekedar acara peringatan biasanya, tetapi acara tersebut merupakan Majelis Tholabul ‘Ilmi. Hadir pula saat itu Ketua MWCNU Mojoagung, H. Sunardi beserta rombongan, Ketua Ranting NU Desa Mancilan beserta dengan ketua banom-banomnya dan tak lupa pula IPNU IPPNU yang sekaligus menjadi panitia dalam acara tersebut.

H. Sunardi menyampaikan ketika sambutannya, “Tonggak estafet Nahdhatul Ulama ada ditangan para Gold Generation of IPNU IPPNU. Para pejuang inilah yang harus senantiasa kita jaga dikalangan kaum Nahdliyyin. Tanpa mereka kita tidak akan bisa meneruskan tongkat estafet para pejuang terdahulu, akan tetapi para kader IPNU IPPNU jangan sampai melupakan JAS HIJAU (Jasa para ulama)” tegasnya.

(Fan/Yud/HF)

author IPNU Jakarta Pusat

Belajar, berjuang, bertaqwa

Komentar